a. Memahami konflik: perspektif
Masyarakat mempunyai perspektif atau pandangan yang berbeda tentang hidup dan masalah-masalahnya. Oleh karena itu tidak mengherankan ketika kita bertemu dan bekerjasama dengan orang lain, kita mengalami bahwa pandangan mereka tentang sesuatu hal kadang berbeda. Perbedaan perbedaan pandangan dan tujuan sering dipandang sebagai masalah yang hanya dapat diselesaikan jika kita semua miliki maksud yang sama atau ketika perbedaan yang lebih kuat dari pada pandangan yang lain. Kemungkinan lainnya perbedaan perbedaan itu dapat dilihat sebagai sumber daya yang menuntun kearah pemahaman yang lebih luas terhadap permasalahan.
b. Konflik dan kekerasan adalah dua hal yang berbeda
Konflik dan kekerasan masing masing dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Konflik: adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki atau yang merasa memiliki suatu sasaran yang tidak sejalan.
2. Kekerasan: meliputi tindakan, perkataan, sikap, berbagai struktur atau sistem yang menyebabkan kerusakan secara fisik , mental, sosial, atau lingkungan.
Konflik adalah suatu kenyataan hidup, tidak terhindar dan sering bersifat kreatif. Konflik terjadi ketika tujuan masyarakat tidak sejalan. Berbagai perbedaan pendapat dan konflik biasanya diselesaikan tanpa kekerasan dan sering menghasilkan situasi yang lebih baik bagi sebgian besar atau semua pihak yang terlibat.
Jika konflik itu selalu ada berarti memnag konflik itu dibutuhkan kehadirannya. Manfaat konflik ini antara lain membuat orang orang menyadari adanya banyak masalah , mendorong kearah perubahan yang diperlukan, menimbulkan semangat, dan lain-lain.
Menangani konflik: mengintensifkan konflik
Mengintensifkan konflik kadang memang perlu. Misalnya ketika orang orang hidup makmur dan memiliki kekuatan dan sumberdaya yang cukup untuk memenuhi keperluan hidupnya, mereka tidak memperhatikan atau menolak untuk mengakui bahwa banyak orang lain yang miskin dan tersisih. Dalam hal ini konflik perlu dimunculkan sehingga perubahan-perubahan yang memang diperlukan bisa terjadi.
Dua hal berbeda yang harus dipahami adalah:
a. Mengintensifkan konflik, adalah mengungkapkan konflik laten kepermukaan dan menjadikannya terbuka untuk mencapai suatu tujuan.
b. Meningkatkan konflik: yang merujuk kepada suatu situasi yang menunjukan adanya peningkatan tingkat ketegangan dean kekerasan.
Menekan konflik
Jika suatu konflik ditekan, masalah-masalah baru akan muncul dimasa depan. Konflik itu sendiri mungkin saja menjadi bagian dari solusi suatu masalah. Konflik dapat berubah menjadi kekerasan jika:
a. Saluran daialog dan wadah untuk menyalurkan / mengungkapkan perbedaan pendapat tidak memadai.
b. Suara-suara ketidak sepakatan dan keluhan-keluhan yang terpendam tidak didengar dan diatasi.
c. Banyak ketidak stabilan, ketidak adilan dan ketakutan dalam masyarakat yang lebih luas.
Berbagai pendekatan untuk mengelola konflik
Banyak sekali upaya yang dilakukan untuk menyelasaikan konflik. Hingga akhir tahun 1980 analisis banyak terjadi peperangan antar negara. Namun sebagian besar perang sekarang adalah perang saudara dan sebagian besar korbannya adalah warga sipil. Sementara kaum pria lebih besar kemungkinannya untuk terbunuh atau dipaksa untuk menjadi kaumk tentara, kaum wanita dan anak-anak merupakan sebgian besar masyarakat yang menjadi korban, tersingkir atau menjadi pengungsi.
Istilah-istilah berikut menunjukkan berbagai pendekatan untuk menangani konflik, yang terkadang dipandang sebagai tahap-tahap dalam suatu proses. Masing-masing tahap akan melibatkan tahap sebelumnya. Disini digunakan transformasi konflik secara lebih umum untuk menggambarkan situasi secara keseluruhan.
a. Pencegahan konflik: bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang luas.
b.Penyelesaian konflik: bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui suatu persetujuan perdamaian.
c. Pengelolaan konflik: bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku yang positif bagi pihak-pihak yang terlibat.
d. Resolusi konflik: menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan bisa tahan lama diantara keloimpok-kelompok yang bermusuhan.
e. Transformasi konflik: mengatasi konflik-konflik sosial dan politik yang lebih luas dan berusaha mengubah kekuatan negatif dari peperangan menjadi kekuatan sosial dan politik yang positif.
Teori teori mengenai berbagai penyebab konflik
1. Teori hubungan masyarakat
Teori hubungan masyarakat menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidak percayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat.
2. Teori negosiasi prinsip
Teori negosiasi prinsip menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik.
3. Teori kebutuhan manusia
Teori ini berasumsi bahwa konflik yang berakar disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia yang tidak terpenuhi atau dihalangi.
4. Teori identitas
Berasumsi bahwa konflik disebabkan karena identitas yang terancam. Yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lalu yang tidak diselesaikan.
5. Teori kesalahpahaman antar budaya
Teori ini berasumsi bahwa konflik disebabkan ketidak cocokan dalam cara-cara komunikasi diantara berbagai budayayang berbeda.
6. Teori transformasi konflik
Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh masalah-masalah ketidak setaraan dan ketidak adilan yang muncul sebagai masalah-masalah sosial, budaya dan ekonomi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar