a. Perbedaan OMP dan OMS
Pada dasarnya organisasi adalah suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing. Atau dapat juga diartikan sebagai kesatuan yang memungkinkan masyarakat mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dicapai individu secara perorangan.
Dalam perkembangannya organisasi di bagi kedalam beberapa tipe, antara lain organisasi manajemen publik (OMP) dan organisasi manajemen swasta (OMS). Organisasi manajemen publik.
Dari sisi struktur, organisasi publik sangat dipengaruhi oleh lingkungan eksternal. Termasuk dalam konteks ini adalah kuatnya faktor politik dari lembaga terkait. Struktur orgasisasi publik sangat tersentralisasi, hal ini dapat dilihat dari kewenangan pimpinan pusat yang sangat besar. Sehingga aliran informasi dalam rangka pembuatan keputusan tidak merata.
Dari segi proses dapat dilihat pada faktor manajemen yang meliputi masalah kepemimpinan, semangat kerja, dan lain-lain, Manajer pada organisasi swasta lebih memiliki kopetensi yang tinggi pada penentuan tujuan dan pelaksanaan. Karena memang ukuran keberhasilan pada organisasi swasta lebih tegas dan tidak bervariasi, sedang ukuran keberhasilan pada organisasi publik tidak jelas dan menyangkut banyak hal yang luas.
Dibawah ini beberapa perbedaan antara organisasi swasta dan publik:
1. Perspektif waktu Pejabat organisasi manajemen publik mempunyai waktu menjabat yang lebih terbatas dari pada organisasi swasta. Masa kerja pejabat organisasi publik dibatasi oleh kalender politik. Misalnya pejabat organisasi publik hanya dibatasi lima tahun selama menjabat.
2. Karena faktor pertama tersebut maka pejabat OMP lebih singkat ketimbang OMS.
3. Sifat organisasi publik lebih berorientasi pada publik atau masyarakat luas pada umumnya. Sementara dalam organisasi manajemn swasta berorientasi pada pasar.
4. OMP lebih didasarkan pada peraturan negara, dibiayai oleh negara, dan dioperasionalkan oleh aparat yang mempunyai jenjang karir tertentu, hal tersebut berbanding terbalik dengan OMS.
5. Ukuran keberhasilan organisasi manajemen swasta dapat dispakati sedangkan dalam organisasi manajemen publik sulit untuk menentukan ukuran keberhasilan tersebut.
6. Peranan media masa. Aktivitas OMP senantiasa disorot oleh media, karena aktivitasnya selalu berhubungan dengan masyarakat luas. Sementara dalam OMS tidak begitu disorot.
7. Dampak legislasi dan yudisial. Pejabat publik senantiasa mendapat pengawasan dari legislatif, atau bahkan dipengaruhi oleh keputusan peradilan. Sementara dalam organisasi manjemen swasta tidak sedemikian rupa sehingga lebih leluasa dalam bertindak.
8. Misi pemerintah pusat terlalu abstrak. Kurang operasional dibanding organisasi manajemn swasta. Misalnya dalam hal mencari pasar, mempertahankan kelangsungan organisasi, OMS lebih kuat misinya dibanding OMP.
9. Aspek lingkungan. Dalam hal lingkungan manajemen antara OMP dan OMS memiliki perbedaan. Perbedaan akan terkait erat dengan keahlian, hirarki, dan karakter tehnologi maupun pelayanan yang dilakukan. Dengan demikian lingkungan yang berbeda akan berimplikasi terhadap gaya kepemimpinan.
10. Dan lain sebagainya.
b. Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perubahan dalam organisasi
Faktor internal adalah faktor dari dalam organisasi yang mengakibatkan suatu perubahan organisasi. Faktor ini terdiri dari berbagai sumber didalam organisasi. Proses kerjasama dalam organisasi terkadang menjadi penyebab dilakukannya perubahan. Perubahan yang terjadi antara lain sistem kerjasama, perlengkapan organisasi.
Contohnya antara lain:
a. Perubahan tujuan organisasi. Pada saat organisasi melakukan perubahan tujuan yang hendak dicapai suatu organisasi, maka hal ini akan berpengaruh pada perilaku individu dalam organisasi tsb.
b. Perluasan tujuan organisasi. Perluasan tujuan organisasi juga akan mempengaruhi kegiatan kegiatan dalam organisasi tsb. Karena perluasan kegiatan akan berpengaruh pada semakin banyaknya kegiatan organisasi tersebut dalam pencapaian tujuan.
c. Semakin banyaknya volume kegiatan. Sama seperti perluasan tujuan, semakin banyaknya volume kegiatan maka akan menambah banyak tugas dari karyawan atau pegawai dalam organisasi tersebut. Hal ini tentunya juga akan merubah metode organisasi tersebut agar semua kegiatan dapat tercapai.
d. Sikap dan perilaku anggota organisasi. Ini sangat berpengaruh dalam perubahan organisasi karena sikap dan perilaku anggota organisasi akan mempengaruhi kegiatan tan tujuan organisasi.
e. Dan lain-lain
Faktor eksternal adalah segala faktor yang berasal dari luar organisasi yang dapat mempengaruhi kegiatan organisasi. Organisasi pada dasarnya mempunyai sifat yang selalu merespon segala bentuk perubahan yang terjadi didalam lingkungan. Maka dari itu suatu organisasi sangat jarang melakukan perubahan besar tanpa adanya suatu perubahan atau dorongan dari lingkungan organisasi.
Contohnya:
a. Perubahan politik. Pada saat terjadi perubahan peta politik dalam pemerintahan maka akan berpengaruh terhadap organisasi tersebut, terutama organisasi manajemen publik. Karena organisasi pemerintah sebagian besar kegiatannya dikendalikan oleh aktor yang memegang kekuasaan atau yang memiliki akses kuat dalam politik.
b. Perubahan hukum. Aturan hukum yang berlaku akan berpengaruh pada kegiatan yang dilakukan dalam organisasi agar sesuai pada peraturan yang berlaku. Oleh karena itu jika terjadi perubahan aturan hukum maka akan berpengaruh pada kegiatan-kegiatan dalam organisasi tsb. Tentunya organisasi juga harus menyesuaikan dengan aturan hukum yang baru.
c. Perubahan demografi
d. Sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang cukup akan mempermudah organisasi dalam pencapaian tujuan. Oleh karena itu jika terjadi perubahan SDM ini akan berpengaruh pada kegiatan organisasi tersebut. Semakin baik SDM akan membuat organisasi semakin maju, semakin menurun SDM yang dimiliki akan membuat organisasi tersebut semakin mundur.
e. Ekonomi. Kondisi ekonomi yang terjadi disuatu negara akan mempengaruhi seluruh kegiatan dalam organisasi, karena faktor ekonomi merupakan faktor fital dalam melakukan kegiatan organisasi
f. Peraturan pemerintah. Hal ini akan selalu menimbulkan perubahan dalam organisasi karena organisasi harus menyesuaikan diri dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah.
g. Perkembangan teknologi. Semakin majunya teknologi akan meningkatkan kinerja dalam organisasi dan sebaliknya, tidak majunya teknologi akan menyebabkan kegiatan pencapaian tujuan organisasi tersebut semakin lambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar